Hai Jobers! Terima kasih atas antusiasmenya yang luar biasa 😊 Karena tingginya minat terhadap Career Boost Day, pendaftaran saat ini kami tutup sementara. Namun, pendaftaran akan dibuka kembali di bulan Juli. Pantau terus update terbaru kami ya, Jobers!

Berita

Temukan Berita Terkini Terkait Dengan Ketenagakerjaan.

Forum Komunikasi dan Kolaborasi Pasar Kerja Provinsi Jawa Timur Perkuat Sinergi Pengembangan Ekosistem Ketenagakerjaan Digital

11 May 2026   Admin Views 64
Forum Komunikasi dan Kolaborasi Pasar Kerja Provinsi Jawa Timur Perkuat Sinergi Pengembangan Ekosistem Ketenagakerjaan Digital
Surabaya — Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Pusat Pasar Kerja menyelenggarakan kegiatan Forum Komunikasi dan Kolaborasi Pasar Kerja Provinsi Jawa Timur pada Kamis, 7 Mei 2026 di Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta pemangku kepentingan ketenagakerjaan dalam mendukung pembangunan ekosistem pasar kerja yang adaptif, inklusif, dan berbasis digital.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Dr. Cris Kuntadi, didampingi Kepala Pusat Pasar Kerja, R. Nurhidajat, S.E., Ak., M.Ec. Dev., serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, S.T., M.M. Dalam sambutannya disampaikan bahwa penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pasar kerja yang semakin dinamis akibat perkembangan teknologi, digitalisasi, serta perubahan kebutuhan industri.

Melalui forum ini, pemerintah terus mendorong optimalisasi Sistem Informasi Pasar Kerja (SIPK) Nasional melalui pemanfaatan platform digital SIAPkerja dan KarirHub sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan pelayanan ketenagakerjaan, memperluas akses informasi lowongan kerja, serta memperkuat integrasi data pasar kerja nasional.
Pada sesi diskusi pasar kerja, para narasumber membahas berbagai tantangan ketenagakerjaan seperti tingginya pengangguran, mismatch kompetensi, perkembangan teknologi digital dan AI, serta pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam membangun layanan ketenagakerjaan berbasis digital yang lebih terintegrasi, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat maupun dunia usaha.

Selain itu, sesi pelatihan vokasi dan pemagangan menyoroti pentingnya penguatan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri (demand driven), pengembangan teaching factory, sertifikasi kompetensi, serta program pemagangan industri sebagai solusi untuk mengurangi kesenjangan antara kebutuhan dunia kerja dan kompetensi lulusan pendidikan.

Perwakilan dunia usaha dan industri yang hadir turut menyampaikan bahwa sektor industri saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan teknis, tetapi juga karakter kerja, kemampuan komunikasi, adaptabilitas, serta literasi digital yang baik. Oleh karena itu, sinergi antara dunia pendidikan, pelatihan vokasi, dan industri dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan SDM yang siap kerja dan berdaya saing global.

Kegiatan juga dilanjutkan dengan breakout session yang membahas pemanfaatan KarirHub bagi pemberi kerja, pencari kerja, serta pemerintah daerah. Dalam sesi tersebut, peserta menyampaikan berbagai masukan terkait pengembangan fitur layanan digital ketenagakerjaan, penguatan integrasi data, penyempurnaan sistem verifikasi lowongan kerja, hingga peningkatan stabilitas platform SIAPkerja dan KarirHub.
Berbagai masukan yang dihimpun dalam forum ini menunjukkan bahwa transformasi layanan ketenagakerjaan berbasis digital perlu terus diperkuat agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin cepat berubah. Pemerintah juga didorong untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan dunia usaha, perguruan tinggi, SMK, BKK, CDC, serta lembaga pelatihan guna memperkuat link and match antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.

Melalui pelaksanaan Forum Komunikasi dan Kolaborasi Pasar Kerja Provinsi Jawa Timur ini, diharapkan tercipta pengelolaan pasar kerja yang lebih terintegrasi, responsif, dan berbasis data sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan ketenagakerjaan, memperluas akses kesempatan kerja, serta mendukung pembangunan ekonomi daerah dan nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.