Pusat Pasar Kerja Dorong Optimalisasi Karirhub dalam Konsolidasi Informasi Pasar Kerja di Lampung
01 May 2026
Admin
Views 56
Bandar Lampung – Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Konsolidasi Informasi Pasar Kerja Kawasan Industri Kota Bandar Lampung pada 30 April 2026 di Aston Lampung City Hotel, Bandar Lampung. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta berbagai pemangku kepentingan ketenagakerjaan.
Kegiatan dibuka dengan laporan penyelenggaraan oleh Ibu Refti Betriesva dan sambutan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Dr. Agus Nompitu, S.E., M.T.P. Dalam sambutannya disampaikan pentingnya penguatan sistem informasi pasar kerja di tengah dinamika ketenagakerjaan yang semakin kompleks serta perlunya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung penyerapan tenaga kerja.
Ketua Tim Kemitraan, Edukasi, dan Promosi Pasar Kerja Pusat Pasar Kerja, Bapak Sigit Aryprasetyo, S.E., M.A.P., yang mewakili Kepala Pusat Pasar Kerja, turut menyampaikan kondisi ketenagakerjaan nasional serta berbagai tantangan pasar kerja Indonesia, mulai dari mismatch kompetensi, perkembangan digitalisasi dan artificial intelligence, hingga kebutuhan penguatan sistem informasi pasar kerja nasional berbasis digital melalui ekosistem SIAPKerja dan platform Karirhub.
Dalam sesi pemaparan materi, Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung menjelaskan pelaksanaan layanan Informasi Pasar Kerja melalui platform Karirhub serta berbagai tantangan yang masih dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya manusia fungsional dan belum adanya regulasi wajib lapor lowongan pekerjaan di tingkat daerah. Meski demikian, pelaksanaan layanan informasi pasar kerja dinilai telah berjalan dan terus diupayakan optimalisasinya guna meningkatkan penempatan tenaga kerja di Kota Bandar Lampung.
Selain itu, narasumber dari Direktorat Bina Penempatan Tenaga Kerja memaparkan pentingnya penguatan sistem penempatan tenaga kerja yang inklusif, terintegrasi, dan berbasis data guna menjawab tantangan pasar kerja Indonesia. Sementara itu, Direktorat Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan menyoroti pentingnya program pemagangan sebagai bagian dari sistem pelatihan kerja berbasis praktik untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai kebutuhan industri.
Materi lain juga disampaikan oleh Direktorat Bina Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan terkait implementasi Wajib Lapor Ketenagakerjaan dalam Jaringan (WLKP) yang telah terintegrasi dalam platform SIAPKerja. Sistem ini dinilai mampu mendukung transparansi data ketenagakerjaan sekaligus mempermudah perusahaan dalam memenuhi kewajiban pelaporan secara digital.
Forum Latihan Vokasi Provinsi Lampung juga menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pelatihan, pemerintah, dan dunia industri dalam menciptakan link and match antara pelatihan vokasi dan kebutuhan pasar kerja. Melalui peran FORLAT Vokasi Lampung, diharapkan lulusan pelatihan dapat lebih mudah terserap ke dunia kerja dan memiliki daya saing yang lebih baik.
Sebagai penutup, peserta dari berbagai perusahaan mengikuti praktik langsung penggunaan platform Karirhub yang didampingi oleh tim Pusat Pasar Kerja. Dalam sesi ini, perusahaan mempelajari proses pembuatan akun, publikasi lowongan kerja, hingga penyaringan kandidat secara digital.
Melalui kegiatan ini, diharapkan optimalisasi pemanfaatan Karirhub, penguatan sistem informasi pasar kerja, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan dapat terus ditingkatkan guna menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adaptif, inklusif, dan berdaya saing tinggi, khususnya di Kota Bandar Lampung dan Provinsi Lampung secara umum.