Perkuat Akses Kerja, Transjakarta dan Pusat Pasar Kerja Kemnaker RI Resmikan Kolaborasi Strategis
30 Apr 2026
Admin
Views 116
Jakarta — Upaya memperluas akses kerja dan memperkuat ekosistem ketenagakerjaan terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis antara PT Transportasi Jakarta dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang berlangsung pada 30 April 2026 di Halte Transjakarta Tosari.
Kegiatan ini diawali dengan registrasi peserta di Gedung Ratu Plaza, dilanjutkan dengan wisata open top tour menggunakan bus Transjakarta menuju Halte Tosari. Rangkaian pembuka ini menjadi simbol bahwa transportasi publik tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga dapat bertransformasi sebagai penghubung akses terhadap peluang kerja.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan dua dokumen penting sebagai landasan kolaborasi. Penandatanganan tersebut mencakup Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pusat Pasar Kerja Kemnaker RI dengan PT Transportasi Jakarta sebagai bentuk implementasi teknis program ketenagakerjaan. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemnaker RI dan PT Transportasi Jakarta yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker RI bersama Direktur Utama Transjakarta sebagai payung kerja sama strategis antar lembaga.
Direktur Utama Welfizon Yuza dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ketenagakerjaan, khususnya di sektor transportasi yang terus berkembang.
Menurutnya, selama ini Transjakarta telah berperan dalam menghubungkan mobilitas masyarakat dari satu titik ke titik lainnya. Namun melalui kolaborasi ini, peran tersebut diperluas menjadi penghubung peluang kerja yang lebih inklusif dan terarah.
“Melalui kerja sama ini, kami tidak hanya menghubungkan mobilitas, tetapi juga menghubungkan peluang. Ini merupakan bagian dari upaya kami dalam menghadirkan solusi yang relevan, terukur, dan berkelanjutan bagi kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini akan mendorong integrasi layanan informasi pasar kerja yang berbasis kebutuhan industri dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Dengan demikian, diharapkan tercipta penguatan link and match antara pencari kerja dan dunia usaha, sekaligus meningkatkan akses terhadap peluang kerja yang kredibel, terbuka, dan transparan.
Transjakarta juga menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan prima (service excellence) serta membangun sumber daya manusia yang profesional dan berdaya saing. Di sisi lain, prinsip keberlanjutan (sustainability) tetap menjadi fondasi dalam setiap transformasi layanan, baik dari aspek sosial, lingkungan, maupun tata kota.
Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor menyampaikan bahwa kerja sama ini harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan tidak berhenti pada tahap seremoni.
“Kami berharap MoU ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar diimplementasikan dengan baik. Kolaborasi ini harus mampu membuka lebih banyak peluang kerja, khususnya di sektor transportasi,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa Kemnaker RI siap menindaklanjuti kerja sama ini ke tingkat yang lebih teknis melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja.
“Kami siap memberikan pelatihan kepada karyawan Transjakarta maupun masyarakat yang membutuhkan, sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan industri. Ini penting untuk memastikan tenaga kerja kita semakin siap dan berdaya saing,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Wamenaker juga menyoroti potensi sektor transportasi sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang lebih luas, termasuk dalam mendukung sektor pariwisata dan peningkatan aktivitas masyarakat. Ia mencontohkan praktik di negara lain, di mana transportasi publik menjadi bagian penting dalam menciptakan pergerakan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja baru.
Kolaborasi ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga sertifikasi profesi yang berperan dalam memastikan standar kompetensi tenaga kerja. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mendorong terciptanya sistem ketenagakerjaan yang lebih adaptif, berbasis data, serta selaras dengan kebutuhan industri.
Dengan adanya kerja sama ini, transportasi publik diharapkan tidak hanya menjadi sarana perpindahan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem akses peluang kerja. Masyarakat tidak hanya bergerak dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga semakin dekat dengan kesempatan kerja, peningkatan kapasitas diri, serta masa depan yang lebih sejahtera.
Kolaborasi antara Transjakarta dan Kemnaker RI ini menjadi langkah awal dalam membangun model integrasi layanan publik yang inovatif, di mana mobilitas dan kesempatan kerja berjalan beriringan demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.